Monday, March 29, 2010

Curhatan Ujian Nasional

Ujian Nasional yang diadakan tiap tahun dan menjadi polemik bagi kita yang bergelut dibidang pendidikan merupakan tantangan dan jawaban atas kinerja kita semua. Dengan mengesampingkan perdebatan di pusat. Ujian tingkat SMK yang diadakan selama 4 hari dari tanggal 22-25 Maret 2010 yang saya alami mempunyai arti penting bagi perjalanan hidup saya dalam menggeluti pendidikan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya saya berperan sebagai panitia di tempat saya mengabdi (SMK Negeri 1 Banjar), dan yang digaris bawahi dari sekian banyak aturan adalah bahwa hasil (Lembar Jawaban Ujian Nasional LJUN)harus di Lem dan ditandatangani oleh pengawas di kelas. Alhamdulillah SMK dimana saya mengabdi melaksanakannya dengan sesuai aturan tersebut.

Yang saya prihatinkan adalah banyak berita yang merupakan rumor/gosip kalau di sekian banyak SMK ada yang "bermain" dengan LJUN. Dengan slogan "Jujur dan Berprestasi" yang di dengungkan sangatlah menjadi hal yang sangat tidak pantas.

Alhamdulillah di SMK Negeri 1 Banjar telah melaksanakan aturan yang berlaku dengan sejujur mungkin dimana kami tidak pernah membuat panitia yang sering menjadi polemik yang bernama "Tim Sukses" dan hal ini dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya.

Semoga niat baik ini menghasilkan Kesuksesan bagi kita semua.

Thursday, March 25, 2010

Bapak Pendidikan Nasional

Ki Hajar Dewantara (1889-1959)
Raden Mas Soewardi Soeryaningrat

Pendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional.
Tempat Tanggal lahir : Yogyakarta, 2 Mei 1889.
Gugur : Yogyakarta, 28 April 1959

Ajarannya yang terkenal :
tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan),
ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa),
ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

Pendidikan :
Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda);
STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tidak tamat karena sakit;
Doctor Hounouriscousa UGM

Pekerjaan :

Wartawan (Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara);
Menteri Pendidikan Pertama (Era Sukarno).


Pendiri Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922.

Penulis mengucapkan selamat atas dedikasi Ki Hajar Dewantara semoga amal baiknya diterima dan mendapat balasan yang berlipat... Aminnn

Friday, February 19, 2010

MANAJEMEN MUTU DALAM SISTEM PENDIDIKAN

MANAJEMEN MUTU DALAM SISTEM PENDIDIKAN

Sebagaimana dikemukakan oleh Edward Salis (2008 : 30) “Mutu nerupakan suatu hal yang membedakan antara yang baik dan sebaliknya”. Berdasarkan pengertian tersebut, mutu dalam dunia pendidikan merupakan hal yang membedakan antara kesuksesan dan kegagalan. Sehingga mutu akan menjadi masalah pokok yang akan menjamin perkembangan institusi pendidikan dalam meraih status ditengah-tengan persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat. Konsep mutu pendidikan secara komprehensif merupakan layanan jasa atau proses pendidikan yang dapat memberikan kepuasan kepada para pelangggannya. Jasa atau pelayanan yang dihasilkan oleh institusi pendidikan atau penyedia jasa tersebut tentu saja harus mengacu kepada kebutuhan para pelanggannya atau pengguna jasa, baik itu pelanggan intern (anak didik) maupun pelanggan ekstern (orang tua, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha).
Secara operasional sebuah mutu pendidikan akan ditentukan oleh dua faktor atau kriteria, yaitu terpenuhinya spesifikasi pendidikan menurut pihak pengelola (lembaga pendidikan) yang telah ditentukan sebelumnya, baik dalam program-program sekolah maupun yang telah ditetapkan dalam kurikulum dan terpenuhinya spesifikasi persyaratan yang dituntut oleh peraturan yang diharapkan oleh para pengguna jasa pendidikan.
Indikator Mutu menurut Service Provider
1. Terciptanya suatu system / frame work yang dapat menunjang terhadap peningkatan mutu pendiidkan.
2. Terciptanya suatu iklim kerja yang kondusif
3. Tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang sudah ditentukan sebelumnya
4. Terpenuhinya kebutuhan para pemakai layanan jasa pendidikan, baik secara intern maupun ekstern
5. Efisiensi dalam pengelolaan, dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan produk jasa sesuai dengan harapan.
Indikator Mutu menurut User/ Customer
1. Pemakai layanan jasa pendidikan mendapat kepuasan, baik siswa sebagai pesrta didik, alumnus, orang tua dan masyarakat.
2. Bertambahnya minat para pelanggan atau pemakai layanan jasa lembaga pendidikan terhadap lulusan institusi pendidikan tersebut. Dalam hal ini lembaga pemerintah, dunia usaha atau industry sebagai pemakai para lulusan yang akan menjadikan para lulusan tersebut sebagai pegawai atau karyawannya.
3. Meningkatnya minat masyarakat atau calon siswa untuk masuk ke institusi pendidikan tersebut. Sekolah yang bermutu akan menjadi sekolah pilihan atau sekolah favorit, hal ini akan menjadi pilihan para calon siswa untuk menjadi siswa di sekolah tersebut
4. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam membantu pengembangan dan kemajuan pendidikan. Peters dalam Edward Salis (2008 : 57) menyatakan “pelanggan akan selalu membayar lebih untuk mutu yang baik, tanpa memperhatikan tipe produknya”.